Penipuan lukisan karya Banksy terungkap

Lukisan Wrong War karya seniman Banksy berhasil ditemukan.

Kasus penipuan terkait lukisan karya perupa grafiti terkenal asal Inggris, Banksy, yang berjudul Wrong War, berhasil diungkap oleh aparat kepolisian Inggris.

Banksy merupakan seniman kontemporer yang karya-karya muralnya telah mendapat pengakuan internasional dan kini sudah masuk dalam ruang pameran resmi.

Lukisan yang ditandatangani Banksy itu dibeli oleh salah-seorang kolektor di London selatan dengan harga £12,990 pada bulan lalu.

Tetapi dua minggu kemudian, galeri seni yang menjual lukisan tersebut mengaku kartu kredit yang digunakan untuk membeli karya seni Banksy itu ternyata bermasalah.

Aparat kepolisian setempat berhasil menangkap seorang pria yang diduga sebagai pelaku di Plumstead, London selatan, pekan lalu, berikut lukisan tersebut.

Pria tersebut, yang berusia 25, kini dibebaskan dengan syarat dan menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini terungkap ketika pihak penjual lukisan Banksy itu menerima pemberitahuan dari bank bahwa kartu kredit yang digunakan pembeli lukisan tersebut bermasalah.

Melukis di tembok kota

Karya-karya grafiti Banksy yang semula dianggap mengotori, belakangan dihargai oleh otoritas kota di Inggris.

Karya-karya seni Banksy telah dipamerkan di sejumlah galeri seni di Inggris dan mengundang minat banyak orang.

Pamerannya belum lama ini di Bristol, Inggris, telah menarik minat sekitar 300.000 pengunjung.

Pada Maret 2012 lalu, serangkaian karya grafiti Banksy terjual lebih dari £400.000 atau sekitar Rp5,8 miliar dalam lelang di London.

Lukisan berjudul Girl and Balloon, merupakan salah satu dari 18 karya yang terjual dengan harga £73.250 atau Rp1 miliar lebih, hampir lima kali lipat dari perkiraan harga awal.

Gambar itu dilukis langsung ke sebuah kardus Ikea.

Lukisan stensil Leopard dan Barcode yang belum pernah dilelang juga terjual £75.650 atau Rp1,1 miliar

Sebelumnya, Banksy dikenal melalui karya-karya muralnya — yang umumnya dikerjakan pada malam hari — dihapus oleh pihak berwenang, karena dianggap karya sampah.

Namun belakangan, sejumlah dewan kota di Inggris mempertahankan karyanya karena dianggap sebagai seni mural, walaupun sebagian lagi dibersihkan atau ditutupi cat hitam.