Radio Jadul yang Bikin Kangen Buatan Abdul Sobur

Radio Jadul yang Bikin Kangen Buatan Abdul Sobur

Liputan6.com, Jakarta : Banyak orang yang langsung teringat masa lalu jika melihat radio transistor. Gelombang yang dipancarakan biasanya SW atau AM. Nah, karena radio zaman dulu (jadul) selalu bikin kangen, Abdul Sobur pendiri Kriya Nusantara bikin radio unik dari kayu.

Sobur mengaku menciptakan produk baru berupa radio seni ini sejak 3 tahun lalu. Mirip dengan radio jadul (zaman dulu), radio tersebut merupakan hasil gagasan dari sang pemilik dan rekannya pengusaha elektronik, Rahmat Gobel.

“Bikin kolaborasi ide, kotak kayu yang diisi dengan komponen radio sehingga nampak seperti radio zaman dulu. Pak Rahmat sendiri yang memberikan nama radio itu dengan merek Cawang,” ungkap Sobur kepada Liputan6.com seperti ditulis, Rabu (1/5/2013).

Sebelum radio, kerajinan dari Kriya Nusantara telah dikenal publik hingga mancanegara. Sobur membuat semua jenis kerajinan kotak kayu. Mulai dari kotak Al-Quran, kotak parfum, kotak perhiasan, stationery, tempat lilin, lampu, pintu hingga yang terakhir yang ditekuni kerajinan kotak kayu technopreneur yang menjadi produk premium di pasar Indonesia.

Berkat kombinasi karya seni dan teknologi modern, kotak kayu tersebut mampu memikat hati pelanggan. Sebab produk ciptaannya sangat kaya dengan budaya Indonesia.

“Saya masukkan unsur budaya tanah air dengan menggunakan motif keris, kain batik, ulos, pahatan di candi sampai artefak kuno,” katanya.

Meski terbilang sederhana, semakin lama hasil karyanya kerap diburu konsumen domestik dan luar negeri.

Sobur memulai bisnis dari kecintaannya pada bidang seni sejak 1995. Kala itu, master seni rupa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mendesain sebuah kotak penyimpanan, perpaduan bahan dasar kayu dan ornamen logam.

“Produk yang telah dihasilkan sampai dengan saat ini, antara lain kotak Al-Qur’an, kotak parfum, kotak perhiasan, kotak musik, lampu, dan sebagainya,” ucap peraih penghargaan Indonesia Good Design Selection selama empat tahun itu.

Keunikan corak produk Kriya Nusantara rupanya mendapat sambutan hangat dari negara lain. Tak heran bila Sobur kerap kebanjiran tawaran atas pesanan segala jenis kotak. Baik berukuran kecil hingga besar, seperti lemari atau rak penyimpanan.

“Pemasaran produk kami sudah menembus pasar Timur Tengah, diantaranya Arab Saudi, Dubai, Abu Dhabi sampai Eropa. Pelanggan di negara lain memang sangat menyukai ornamen-ornamen pada box kami,” terangnya.

Dari sisi pangsa pasar, dia mengaku, tidak bermain di kelas retail, kecuali pada produk radionya. Sehingga Sobur membatasi minimum pemesanan barang sebanyak 50 kotak.

Sobur membanderol harga per kotak kayu paling murah sebesar Rp 700 ribu dan paling mahal mencapai puluhan juta rupiah untuk ukuran kotak besar. Sedangkan produk radio seni dihargai sekitar Rp 1,5 juta – Rp 2 juta per buah.

“Ternyata banyak yang beli, terutama konsumen dari dua negara tersebut. Sebab kami mengutamakan kualitas, seperti kayu tidak mudah retak apabila diekspor,” jelas dia.

Sayang ketika ditanya mengenai penjualan rata-rata per bulan maupun omzetnya, Juara ASEAN Awards Art and Craft tahun 2008 itu enggan menyebut secara gamblang.

“Pokoknya Alhamdulillah,” pungkas pemilik workshop di Bandung dan sebuah showroom di kawasan Kemang, Jakarta Selatan itu mengakhiri perbincangan.

(Fik/Igw)