MODERN FINE ART

Raden Saleh Syarif Bustaman (1807), pelopor seni lukis modern di Indonesia yang berhasil menguasai gaya romantis yang lazim di Barat pada abad ke-19. Corak lukisannya beraliran Romantis dan Naturalis. Aliran Romantisnya menampilkan karya-karya yang berceritera dahsyat, penuh kegetiran seperti tentang perkelahian dengan binatang buas. Sedangkan gaya naturalisnya sangat jelas nampak dalam melukis potret. Salah satu karyanya yang beraliran romantis, bertema “Perburuan Rusa”, 1846, cat minyak, kanvas.

Dullah (1919) dikenal sebagai pelukis yang sering mendampingi presiden RI pertama bila melakukan kunjungan kenegaraan ke daerah-daerah dan dikesempatan itulah Dullah melakukan kegiatan melukis. Dullah memiliki kecendrungan melukis sosok wanita, seperti karya lukisannya yang bertema “Woman” yang dilukis pada tahun 1974 dengan cat minyak di atas kanvas. Dilihat dari tampilan karyanya, Dullah melukis dengan corak atau gaya realis-naturalis, yaitu berkesan nyata pada sosok sorang wanita.
Nyoman Gunarsa (1944), karya lukisannya dikenal dengan gaya ekspresif, yaitu memadukan spontanitas kedinamisan warna dan ruang yang berasal dari lukisan aksi Amerika dengan tema-tema yang diilhami dari seni tari dan pedalangan (pewayangan).

Chusin lahir di Bandung tahun1949, seorang pelukis yang pernah belajar seni di studio Rangga Gempol milik Barli dan mengawali melukis dengan gaya realis. Tahun 1970 ia mengubah gaya realisnya ke gaya ekspresif, namun pada tahun 1988 ia kembali ke gaya awalnya semenjak pindah ke Bali. Salah satu karyanya “Waiting” dibuat tahun 1994 dengan cat minyak di atas kanvas. Tema lukisannya sering menggambarkan tentang wanita superrealis (naturalis) dan juga unsur-unsur Bali sering mengilhaminya seperti hiasan dan lambang.
Agus Djaja, memiliki keahlian pada penciptaan tipologi wajah. Model lukisannya terutama wanita, mengingatkan pada tokoh-tokoh relief pada candi-candi di Jawa Tengah. Persamaannya nampak pada perlambang gerakan tubuh dan pakaian. Gaya naturalis yang memusatkan perhatian pada mata, dahi, mulut, dan tatanan rambut yang menghasilkan ungkapan bersih dan kesayuan, seperti yang nampak pada lukisannya yang bertema “Permaisuri Berhias”, cat minyak, kanvas.

No Responses

Tinggalkan Balasan